Belajar Bilangan Dalam Bahasa Arab 1 – 1000 [Lengkap]

In syaa Allah pada kesempatan kali ini kita akan belajar bilangan atau angka dalam bahasa Arab 1 – 1000 disertai dengan tulisannya.

Atau dalam bahasa Arabnya yaitu ‘Adad Ma’dud

  • ‘Adad : Bilangan > 1, 2, 3 dst
  • Ma’dud : Yang di bilang > 3 rumah, 4 istri dst

Tidak seperti bahasa indonesia,

Dalam bahasa Arab, setiap angka memiliki jenisnya masing-masing.

Contoh: angka 1 ada yang berupa Mudzakkar (laki-laki), ada yang berupa Muannats (perempuan).

Dan seterusnya..

Juga terdapat banyak kaidah-kaidah bilangan dalam bahasa Arab.

Oleh karena itu tidak sedikit diantara para pelajar bahasa Arab mengalami kesulitan dalam menghafal dan atau menentukan hitungan dalam bahasa Arab.

Sedikit Mengenal Tentang Mudzakkar dan Muannats

Sebelum kita masuk kepada pembahasan bilangan dalam bahasa Arab,

Alangkah baiknya kita mengenal terlebih dahulu tentang Mudzakkar dan Muannats.

Bila antum sudah faham silahkan skip pembahasan ini.

Dalam Bahasa Arab ada yang namanya Mudzakkar (laki-laki), dan ada yang namanya Muannats (perempuan)

Untuk mengetahui Mana Isim (kata benda) Mudzakkar dan mana yang Muannats,

Cara paling mudahnya ialah melihat tanda Ta’ Marbutoh (ة) di ujung kata.

Contoh : وَاحِدُةٌ (waahidatun)

Antum bisa lihat huruf terakhir dari contoh diatas berupa huruf ة

Maka kita simpulkan dia adalah Muannats.

Dan bila tidak kita temukan Ta’ Marbutoh di ujung kata, maka kita simpulkan terlebih dahulu bahwa ia adalah Mudzakkar.

Sampai sini faham?…

Lalu apa kaitannya Mudzakkar dan Muannats dengan bilangan yang akan kita pelajari?

Dalam bahasa Arab, dimana salah satunya adalah bilangan..

Kata per kata harus sesuai..

Atau yang kita sebut dengan Na’at dan Man’ut (sifat dan yang disifati).

Contoh :

مُحَمَّدٌ جَمِيْلٌMuhammad Ganteng
عَائِشَةُ جَمِيْلَةٌ‘Aisyah Cantik

Kita langsung lihat contoh pada baris ke 2

Dimana huruf terakhir ‘Aisyah adalah Ta’ Marbutoh (ة)

Begitu juga dengan Jamilah. Huruf terakhirnya adalah Ta’ Marbutoh (ة)

Sebagaimana Na’at dan Man’ut memiliki kaidah sifat dan yang disifati harus sama dalam jenis,

Begitupun bilangan dalam bahasa Arab juga memiliki kaidahnya sendiri yang salah satunya berkaitan dengan Mudzakkar dan Muannats

Kita langsung bahas ya biar tidak bingung..

Bagi yang ingin mempelajari tentang Mudzakkar dan Muannats lebih lengkap bisa klik tombol berikut >> [Belum Tersedia]

Bilangan dalam Bahasa Arab

Sebelum kita masuk,

Perlu di ketahui bahwa kita tidak membahas bilangan bertingkat dalam bahasa arab.

Seperti:

  • Yang pertama
  • Yang kedua
  • Yang ketiga dst

Perlu diperhatikan bahwa kita akan membahas sedikit agak rinci tentang bilangan dalam bahasa arab.

Jadi tidak hanya berupa tulisan angka dalam bahasa arab 1 – 1000,

Melainkan juga dengan syarah (penjelasannya) yang sedikit lebih detail.

Jadi,

Usahakan difahami terlebih dahulu, baru di scroll lagi ya 🙂

Berikut merupakan kaidah atau aturan ‘Adad Ma’dud :

Bilangan 1 – 2 Dalam Bahasa Arab

Kaidah bilangan 1 – 2 sangat mudah,

Yaitu:

  • Letak Ma’dud ada di depan dan ‘Adad di belakang
  • Harokat Ma’dud dan ‘Adad sama. Begitu juga dalam jenis. Mudahnya, ‘Adad ngikut Ma’dud.
  • Ma’dud berbentuk Isim Mufrod (tunggal)

Jadi dalam kaidah bilangan 1 – 2, posisi ‘Adad ada di belakang. Bukan di depan.

Lihat tabel berikut:

Contoh Bilangan 1 – 2 Mudzakkar

‘AdadContohArti
وَاحِدٌ
wahidun
طَالِبٌ وَاحِدٌ
toolibun waahidun
1 Siswa
اِثْنَانِ
itsnaani
طَالِبَانِ اثْنَانِ
toolibaanits naani
2 Siswa

Keterangan:

طَالِبٌ adalah Ma’dud (yang dihitung) dan وَاحِدٌ adalah ‘Adad (bilangan).

Karena وَاحِدٌ ‘Adad, maka ia diletakkan setelah Ma’dud

Contoh Bilangan 1 – 2 Muannats

‘AdadContohArti
وَاحِدَةٌ
waahidatun
طَالِبَةٌ وَاحِدَةٌ
toolibatun waahidatun
1 Siswi
اِثْنَتَانِ
itsnataani
طَالِبَتَانِ اثْنَتَانِ
toolibataanits nataani
2 Siswi

Keterangan:

Sebelumnya kita telah mengetahui bahwa tanda dari Muannats (perempuan) adalah adanya huruf Ta’ Marbutoh ة di ujung kata.

Apabila kita ingin menghitung siswi (perempuan) atau Isim yang lain yang merupakan Muannats,

Maka kita memakai ‘Adad untuk muannats juga.

Contoh:

سَيَّارةٌ وَاحِدَةٌMa’dud Muannats + ‘Adad MuannatsBenar
سَيَّارَةٌ وَاحِدٌMa’dud Muannats + ‘Adad MudzakkarSalah

PENTING : Hitungan 1 – 2 mengikuti kaidah Na’at dan Man’ut dimana Ma’dud merupakan Man’ut dan ‘Adad merupakan Sifat. Dan Sifat dan Yang Disifati harus sama dalam Jenis.

Bilangan 3 – 10 Dalam Bahasa Arab

Kaidah bilangan 3 – 10 berbeda dengan kaidah bilangan 1 – 2.

Kaidah 3 – 10 ini terkenal dengan sebutan Kaidah Silang.

Silahkan difahami, dan diingat dengan baik.

  • Letak ‘Adad di depan, dan Ma’dud terletak setelah ‘Adad
  • Ma’dud dibuat menjadi Isim Jamak
  • ‘Adad menyelisihi Ma’dud. Apabila Ma’dudnya Mudzakkar, maka ‘Adadnya Muannats. Dan sebaliknya.
  • Ma’dud berkedudukan Jar (berharokat kasrotain)
  • Cara mengetahui Ma’dud Mudzakkar atau Muannats, ditentukan dari bentuk Mufrodnya.

Apabila ada yang belum memahami kaidah diatas, silahkan bertanya di kolom komentar ya..

Contoh Bilangan 3 – 10 Mudzakkar

‘AdadContohArti
ثَلَاثٌ
tsalaatsun
ثَلَاثُ طَالِبَاتٍ
Tsalaatsu Toolibaatin
3 Siswi
أَرْبَعٌ
arba’un
أَرْبَعُ طَالِبَاتٍ
Arba’u Toolibaatin
4 Siswi
خَمْسٌ
khomsun
خَمْسُ طَالِبَاتٍ
Khomsu Toolibaatin
5 Siswi
سِتٌّ
sittun
سِتُّ طَالِبَاتٍ
Sittu Toolibaatin
6 Siswi
سَبْعٌ
sab’un
سَبْعُ طَالِبَاتٍ
Sab’u Toolibaatin
7 Siswi
ثَمَانِيْ
tsamaaniy
ثَمَانِيْ طَالِبَاتٍ
Tsamaaniy Toolibaatin
8 Siswi
تِسْعٌ
tis’un
تِسْعُ طَالِبَاتٍ
Tis’u Toolibaatin
9 Siswi
عَشْرٌ
‘asyrun
عَشْرُ طَالِبَاتٍ
‘Asru Toolibaatin
10 Siswi

Keterangan:

Diatas merupakan bilangan dalam bentuk mudzakkar.

Dimana angka dari 3 – 10 tidak berujung Ta’ Marbutoh ة.

Dan طَالِبَاتٍ adalah Muannats. Karena apabila kita ubah ke bentuk Mufrod (tunggal), maka dia menjadi طَالِبَةٌ (berakhiran ة).

Contoh Bilangan 3 – 10 Muannats

‘AdadContohArti
ثَلَاثَةٌ
Tsalaatsatun
ثَلَاثَةُ طُلَّابٍ
Tsalaatsatu Tullaabin
3 Siswa
أَرْبَعَةٌ
Arba’atun
أَرْبَعَةُ طُلَّابٍ
Arba’atu Tullaabin
4 Siswa
خَمْسَةٌ
Khomsatun
خَمْسَةُ طُلَّابٍ
Khomsatu Tullaabin
5 Siswa
سِتَّةٌ
Sittatun
سِتَّةُ طُلَّابٍ
Sittatu Tullaabin
6 Siswa
سَبْعَةٌ
Sab’atun
سَبْعَةُ طُلَّابٍ
Sab’atu Tullaabin
7 Siswa
ثَمَانِيَةٌ
Tsamaaniyatun
ثَمَانِيَةُ طُلَّابٍ
Tsamaaniyatu Tullaabin
8 Siswa
تِسْعَةٌ
Tis’atun
تِسْعَةُ طُلَّابٍ
Tis’atu Tullaabin
9 Siswa
عَشَرَةٌ
Asyarotun
عَشَرَةُ طُلَّابٍ
‘Asyarato Tullaabin
10 Siswa

Keterangan:

Diatas merupakan bilangan bahasa arab dalam bentuk Muannats.

Dimana angka 3 – 10 berakhiran ة

طُلَّابٍ adalah Isim Jamak dan ia adalah Mudzakkar.

Bagaimana tahunya ?

Kita ubah terlebih dahulu Isim Jamaknya ke bentuk mufrod. Mufrod dari طُلَّابٍ adalah طَالِبٌ.

Dan ketika kita mendapati bentuk mufrodnya tidak ada huruf Ta’ Marbutoh di ujung katanya, maka kita simpulkan dia adalah Mudzakkar.

Kaidahnya adalah, “Adad menyelisihi Ma’dud”

Ketika Ma’dudnya (طَالِبٌ) Mudzakkar, maka ‘adadnya harus Muannats.

PENTING : Angka 3 – 10 dalam bahasa Arab mengikuti kaidah Mudhaf dan Mudhafun Ilaihi. Dimana ketika angka ada di depan, maka dia menjadi Mudhaf, dan kata yang terletak setelah angka menjadi Mudhafun Ilaihi. Mudhaf tidak boleh bertanwin. Dan kata setelahnya (Mudhafun Ilaih) berharokat kasrotain.

Cek kolom berikut:

ثَلَاثٌ طَالِبَاتٍTsalaatsun ToolibaatinSalah
ثَلَاثُ طَالِبَاتٍTsalaatsu ToolibaatinBenar
ثَلَاثُ طَالِبَاتٌTsalaatsu ToolibaatunSalah
ثَلَاثُ طَالِبَاتٍTsalaatsu ToolibaatinBenar

ثَلَاثٌ : Mudhaf > Dia angka dan terletak di depan. Dan Mudhaf tidak boleh diberi tanwin.

طَالِبَاتٍ : Mudhafun Ilaih > Kata yg terletak setelah angka menjadi Mudhaf Ilaih. Dan kaidah Mudhaf Ilaih harus selalu kasrotain.

Bilangan 11 – 12

Setelah kita mengetahui kaidah bilangan 1-2 dan 3-10,

Sekarang kita beranjak untuk memahami kaidah yang ada pada bilangan 11 dan 12.

Kaidah pada bilangan ini tergolong sangat mudah.

Dimana ‘Adad kali ini bersepakat dengan Ma’dud.

Ya.. kali ini mereka rukun..

11 / 12 terdiri dari puluhan dan satuan.

Dalam bilangan 11 dan 12..

..puluhan, satuan dan ma’dudnya semuanya harus sama.

Apabila Ma’dud mudzakkar..

Maka ‘Adad yg terdiri dari satuan dan puluhan juga harus sama

Contoh: أَحَدَ عَشَرَ طَالِبًا

Contoh diatas seluruhnya berbentuk Mudzakkar karena tidak ada yg berakhiran Ta’ Marbutoh ة

Sekarang kita lihat contoh Muannats:

Contoh : إِحْدَى عَشْرَةَ طَالِبَةً

Lihat, seluruhnya merupakan Muannats

Catatan : dalam hitungan belasan, وَاحِدٌ berubah menjadi أَحَدٌ dan وَاحِدَةٌ berubah menjadi إِحْدَى.

Contoh Bilangan 11 – 12 Mudzakkar

‘AdadCara BacaContohCara BacaArti
أَحَدَ عَشَرَAhada ‘Asyaroأَحَدَ عَشَرَ طَالِبًاAhada ‘Asyaro Tooliban11 Siswa
اِثْنَا عَشَرَItsnaa ‘Asyaroاِثْنَا عَشَرَ طَالِبًاItsnaa ‘Asyaro Tooliban12 Siswa

Contoh Bilangan 11 – 12 Muannats

‘AdadCara BacaContohCara BacaArti
إِحْدَى عَشْرَةَIhdaa ‘Asyrotaإِحْدَى عَشْرَةَ طَالِبَةًIhdaa ‘Asyrota Toolibatan11 Siswi
اِثْنَتَا عَشْرَةَItsnataa ‘Asyrotaاِثْنَتَا عَشْرَةَ طَالِبَةًItsnataa ‘Asyrota Toolibatan12 Siswi

Perhatikan baik-baik kaidah berikut:

  • Pada hitungan belasan, وَاحِدٌ menjadi أَحَدٌ dan وَاحِدَةٌ menjadi إِحْدَى
  • Pada 11 dan 12, seluruhnya menjadi nashob atau berharokat fathah. Dan Ma’dudnya fathatain.
  • Pada 11 dan 12, satuan, puluhan dan ma’dud semuanya sama dalam jenis.
  • Ma’dud berupa Isim Mufrod.
  • Ma’dud merupakan Tamyiz.

Bilangan 13 – 19 Dalam bahasa Arab [‘Adad Murokkab]

Dasarnya..

Kaidah pada bilangan 13 – 19 mengikut kaidah bilangan 3 – 10.

Jadi, bagi yang sudah menguasai kaidah 3 – 10 in syaa Allah akan mudah memahami kaidah bilangan dalam bahasa Arab 13 – 19.

No.MudzakkarMuannats
3.ثَلَاثَةَ عَشَرَ طَالِبًاثَلَاثَ عَشْرَةَ طَالِبَةً
4.أَرْبَعَةَ عَشَرَ طَالِبًاأَرْبَعَ عَشْرَةَ طَالِبَةً
5.خَمْسَةَ عَشَرَ طَالِبًاخَمْسَ عَشْرَةَ طَالِبَةً
6.سِتَّةَ عَشَرَ طَالِبًاسِتَّ عَشْرَةَ طَالِبَةً
7.سَبْعَةَ عَشَرَ طَالِبًاسَبْعَ عَشْرَةَ طَالِبَةً
8.ثَمَانِيَةَ عَشَرَ طَالِبًاثَمَانِيَ عَشْرَةَ طَالِبَةً
9.تِسْعَةَ عَشَرَ طَالِبًاتِسْعَ عَشْرَةَ طَالِبَةً

Keterangan:

Perhatikan perbedaan antara bilangan Mudzakkar dan bilangan Muannats !

Kaidah:

  • Satuan menyelisihi ma’dud. Apabila ma’dud muannats maka satuannya harus mudzakkar.
  • Jenis puluhan dan ma’dud harus sama. Bila ma’dud muannats maka puluhan muannats.
  • عَشْرٌ menjadi عَشَرٌ (huruf ش diberi harokat) dan عَشَرَةٌ menjadi عَشْرَةٌ (huruf ش di sukun kan)
  • Harokat satuan dan puluhan ialah fathah dan ma’dud berharokat fathatain.
  • Ma’dud sebagai tamyiz

Alfadzul ‘Uqud. Bilangan Puluhan Dalam Bahasa Arab 20 – 90

Bilangan puluhan dalam bahasa Arab dinamakan ‘Uqud.

Kaidah bilangan dalam bahasa arab 20 – 90 in syaa Allah sangat mudah.

Perhatikan tabel berikut:

AngkaMudzakkarMuannats
20عِشْرُوْنَ طَالِبًاعِشْرُوْنَ طَالِبَةً
30ثَلَاثُوْنَ طَالبًاثَلَاثُوْنَ طَالبَةً
40أَرْبَعُوْنَ طَالِبًاأَرْبَعُوْنَ طَالِبَةً
50خَمْسُوْنَ طَالِبًاخَمْسُوْنَ طَالِبَةً
60سِتُّونَ طَالِبًاسِتُّونَ طَالِبَةً
70سَبْعُوْنَ طَالِبًاسَبْعُوْنَ طَالِبَةً
80ثَمَانُوْنَ طَالِبًاثَمَانُوْنَ طَالِبَةً
90تِسْعُوْنَ طَالِبًاتِسْعُوْنَ طَالِبَةً

Keterangan:

  • Bahwasannya bilangan puluhan dalam bahasa Arab berlaku pada mudzakkar dan muannats
  • Diberi tambahan alif di ujungnya pada kata yang berharokat fathatain kecuali ة dan ء

‘Adad :

  • Hukumnya Mu’rob sesuai tarkib
  • Tanda i’robnya sebagaimana tanda i’rob pada Jamak Mudzakkar Salim [rofa’ dengan و, nashob dan jar dengan ي]
Rofa’NashobJar
جَاءَ خَمْسُوْنَ طَالِيًارَأَيْتُ خَمْسِيْنَ طَالِبًامَرَرْتُ بِخَمْسِيْنَ طَالِبًا

Ma’dud :

  • Ma’dud berupa mufrod
  • Dibaca nashob (fathatain)
  • Sebagai Tamyiz

‘Adad Ma’tuf. Bilangan dari 21 – 99

Dimana pada bagian pertama adalah dari 1 – 9. Dan bagian kedua merupakan alfadz uqud.

Bilangan 21 – 22

Kaidah disini hampir mirip dengan kaidah 11 dan 12

Perhatikan tabel

MudzakkarMuannats
وَاحِدٌ وَعِشْرُوْنَ طَالِبًاإِحْدَى وَعِِشْرُوْنَ طَالِبَةً
اِثْنَانِ وَعِشْرُوْنَ طَالِبًااِثْنَانِ وَعِشْرُوْنَ طَالِبَةً

Keterangan:

  • Pada hitungan puluhan. 1 (mudzakkar) menggunakan وَاحِدٌ dan 1 (muannats) menggunakan إِحْدَى
  • Satuan menyelisihi ma’dud. Dan puluhan memakai lafadz uqud sehingga baik untuk ma’dud berbentuk muannats maupun mudzakkar tetap sama.

Bilangan 23 – 29

Kaidah bilangan dalam bahasa Arab pada 23 – 29 hampir mirip dengan kaidah 13 – 19.

Dimana satuan menyelisihi ma’dud.

Perhatikan tabel

AngkaMudzakkarMuannats
23ثَلَاثَةٌ وَعِشْرُوْنَ طَالِبًاثَلَاثٌ وَعِشْرُوْنَ طَالِبَةً
24أَرْبَعَةٌ وَعِشْرُوْنَ طَالِبًاأَرْبَعٌ وَعِشْرُوْنَ طَالِبَةً
25خَمْسَةٌ وَعِشْرُوْنَ طَالِبًاخَمْسٌ وَعِشْرُوْنَ طَالِبَةً
26سِتَّةٌ وَعِشْرُوْنَ طَالِبًاسِتٌّ وَعِشْرُوْنَ طَالِبَةً
27سَبْعَةٌ وَعِشْرُوْنَ طَالِبًاسَبْعٌ وَعِشْرُوْنَ طَالِبَةً
28ثَمَانِيَةٌ وَعِشْرُوْنَ طَالِبًاثَمَانٍ وَعِشْرُوْنَ طَالِبَةً
29تِسْعَةٌ وَعِشْرُوْنَ طَالِبًاتِسْعٌ وَعِشْرُوْنَ طَالِبَةً

Keterangan:

  • Berbeda dengan 21 – 22. Satuan pada 23 – 29 menyelisihi ma’dud
  • Berbeda dengan 13 – 19. Angka pada 21 – 29 tidak berharokat fathah
  • Antara satuan dan puluhan ditambahkan وَ (dan). تِسْعَةٌ وَعِشْرُوْنَ artinya 9 dan 20 = 29.
  • Ma’dud sebagai Tamyiz

Bilangan 31 – 99

Kaidah bilangan dalam bahasa arab pada 31 – 99 sama seperti bilangan 21 – 29. Silahkan difahami dengan baik.

Bilangan Ratusan Dalam Bahasa Arab >> 100 – 200 – 300 dst

Alhamdulillah kita memasuki kaidah bilangan dalam bahasa arab ratusan.

Yaitu angka 100 sampai 1000 dalam bahasa Arab.

Perlu diketahui sebelumnya bahwa bilangan bahasa arab 100 sampai 1000 tidak jauh berbeda dengan 1 – 100.

Asal sudah memahami kaidah 1 – 100 dengan baik in syaa Allah bahasa arab angka 100 – 1000 mudah diikuti kaidah-kaidahnya.

Bilangan 100 (مِائة)

Sama seperti bilangan 1 – 10. Bilangan 100 (مِائة) juga termasuk dari ‘adad mufrod.

Aturan untuk ‘Adad pada 100 adalah

  • Hukumnya mu’rob sesuai tarkibnya
  • Tanda i’robnya sebagaimana tanda i’rob pada isim mufrod [rofa’ dengan dommah, jar dengan kasroh dan nashob dengan fathah]

Aturan untuk Ma’dud adalah

  • Berupa isim mufrod (tunggal)
  • Sebagai mudhafun ilaih
  • Dibaca jar

Perhatikan tabel berikut

RofaNashobJar
Mudzakkarجَاءَ مِائَةُ طَالِبٍرَأَيْتُ مِائَةَ طَالِبٍمَرَرْتُ بِمِائَةِ طَالِبٍ
Muannatsجَاءَتْ مِائَةُ طَالِبَةٍرَأَيْتُ مِائَةَ طَالِبَةٍمَرَرْتُ بِمِائَةِ طَالِبَةٍ

Bilangan 200 (مِائتان)

Bilangan 200 merupakan bentuk tatsniyah dari bilangan 100.

Aturan untuk ‘Adad pada 200 adalah

  • Hukumnya mu’rob sesuai tarkibnya
  • Tanda i’robnya sebagaimana tanda i’rob pada isim tatsniyah [rofa’ dengan alif, nashob dan jar dengan ya’]

Aturan untuk Ma’dud pada bilangan 200 sama seperti pada bilangan 100.

  • Berupa isim mufrod
  • Sebagai Mudhafun Ilaih
  • Dan dibaca jar
RofaNashobJar
Mudzakkarجَاءَ مِائَتَا رَجُلٍرَأَيْتُ مِائَتَيْ رَجُلٍمَرَرْتُ بِمِائَتَيْ رَجُلٍ
Muannatsجَاءَتْ مِائَتَا طَالِبَةٍرَأَيْتُ مِائَتَيْ طَالِبَةٍمَرَرْتُ بِمِائَتَيْ طَالِبَةٍ

Keterangan:

Huruf نِ pada مِائَتَانِ dan مِائَتَيْنِِ dibuang ketika bersambung dengan mudhafun ilaih

Bilangan 300 – 900

Sebenarnya bilangan 300 – 900 merupakan bilangan mufrod yang disandarkan kepada bilangan ratusan.

tiga + ratus = tiga ratus
empat + ratus = empat ratus

dst..

Oleh karena itu kaidahnya sama seperti kaidah pada ‘adad mufrod 3 – 9

  • Bilangan yang pertama (3-9) harus lah berupa mudzakkar. Karena مِائَةٌ berbentuk muannats.
  • Bilangan yang pertama (3-9) merupakan mu’rob sebagaimana tarkibnya dengan menggunakan tanda i’rob isim mufrod.
  • Bilangan ratusan merupakan mudhaf ilaihi dan ber i’rob jar

Aturan untuk Ma’dud pada 300 – 900 adalah

  • Berupa isim mufrod
  • Sebagai mudhafun ilaih
  • Dan dibaca jar
RofaNashobJar
300جَاءَ ثَلَاثُمِائَةِ طَالِبٍ / طَالِبَةٍرَأَيْتُ ثَلَاثَمِائَةِ طَالِبٍ / طَالِبَةٍمَرَرْتٌ بِثَلَاثِمِائَةِ طَالِبٍ / طَالِبَةٍ
400جَاءَ أَرْبَعُمِائَةِ طَالِبٍ / طَالِبَةٍرَأَيْتُ أَرْبَعَمِائَةِ طَالِبٍ / طَالِبَةٍمَرَرْتُ بِأَرْبَعِمِائَةِ طَالِبٍ / طَالِبَةٍ
500جَاءَ خَمْسُمِائَةِ طَالِبٍ / طَالِبَةٍرَاَيْتُ خَمْسَمِائَةِ طَالِبٍ / طَالِبَةٍمَرَرْتُ بِخَمْسِمِائَةِ طَالِبٍ / طَالِبَةٍ
600جَاءَ سِتُّمِائَةِ طَالِبٍ / طَالِبَةٍرَأَيْتُ سِتَّمِائَةِ طَالِبٍ / طَالِبَةٍمَرَرْتُ بِسِتِّمِائَةِ طَالِبٍ / طَالِبَةٍ
700جَاءَ سَبْعُمِائَةِ طَالِبٍ / طَالِبَةٍرَأَيْتُ سَبْعَمِائَةِ طَالِبٍ / طَالِبَةٍمَرَرْتُ بِسَبْعِمِائَةِ طَالِبٍ / طَالِبَةٍ
800جَاءَ ثَمَانِمِائَةِ طَالِبٍ / طَالِبَةٍ رَأَيْتُ ثَمَانَمِائَةِ طَالِبٍ / طَالِبَةٍمَرَرْتُ بِثَمَانِمِائَةِ طَالِبٍ / طَالِبَةٍ
900جَاءَ سِتُّمِائَةِ طَالِبٍ / طَالِبَةٍرَأَيْتُ سِتَّمِائَةِ طَالِبٍ / طَالِبَةٍمَرَرْتُ بِسِتِّمِائَةِ طَالِبٍ / طَالِبَةٍ

Keterangan:

  • Angka awal dan ratusan di sambung. سِتٌّ + مِائَةٌ = سِتُّمِائَة
  • Dikarenakan angka awal mudhaf maka yang asalnya tanwin menjadi tidak tanwin
  • مِائة berubah menjadi kasrotain karena dia mudhafun ilaih
  • Dan ketika مِائة bersambung dengan ma’dud maka dia menjadi mudhafun ilaih sekaligus mudhaf (tidak ditanwin. cukup kasroh).

Faidah tambahan

Bilangan diatas 100 dapat disandingkan dengan 4 macam ‘adad

  1. ‘Adad Mufrod
    Seperti bilangan dari 101 – 110. Berarti bilangan 100 disandingkan dengan bilangan 1 – 10.
  2. ‘Adad Murokkab
    Seperti bilangan dari 111 – 119. Berarti bilangan 100 disandingkan dengan bilangan 11 – 19.
  3. ‘Adad ‘Uqud
    Seperti bilangan 120 – 190. Berarti bilangan 100 disandingkan dengan bilangan 20 – 90.
  4. ‘Adad Ma’tuf
    Seperti bilangan 121 – 199. Berarti bilangan 100 disandingkan dengan bilangan 21 – 99.

Ada 2 cara untuk menyusun bilangan dalam bahasa arab terkait ratusan

  1. Bilangan besar di dahulukan : ratusan > satuan > puluhan

    Contoh :
    “Di kampung terdapat 307 laki-laki”
    فِي القَرْيَةِ ثَلَاثُمِائَةٍ وَسَبْعَةُ رِجَالٍ

    “Di kampung terdapat 355 laki-laki”
    فِي القَرْيَةِ ثَلَاثُمِائَةٍ وَخَمْسَةٌ وَخَمْسُوْنَ رَجُلًا
  2. Bilangan kecil di dahulukan : satuan > puluhan > ratusan

    Contoh :
    “Di kampung terdapat 307 laki-laki”
    فِي القَرْيَةِ سَبْعَةٌ وَثَلَاثُمِائَةِ رَجُلٍ

    “Di kampung terdapat 355 laki-laki”
    فِي القَرْيَةِ خَمْسَةٌ وَخَمْسُوْنَ وَثَلَاثُمِائَةِ رَجُلٍ

Bilangan Ribuan Dalam Bahasa Arab >> 1000 – 2000 – 3000 dst

Alhamdulillah kita sudah memasuki fase akhir dari materi ini. Yaitu kaidah bilangan dalam bahasa arab ribuan.

Bilangan 1000 (ألف)

Berbeda dengan مِائة yang merupakan muannats. Lafadz أَلف merupakan mudzakkar.

Aturan ‘adad dan ma’dud 1000 sama seperti aturan pada bilangan 100.

Aturan untuk ‘adad 1000

  • Berhukum mu’rob sesuai tarkibnya
  • Tanda i’rob mengikuti tanda i’rob pada isim mufrod

Adapun aturan untuk ma’dudnya adalah

  • Berupa isim mufrod
  • Sebagai mudhafun ilaih
  • Dibaca jar
RofaNashobJar
أَلْفُ نَجْمٍ فِي السَّمَاءِرَأَيْتُ أَلفَ نَجْمٍ فِي السَّمَاءِلَيْلَةُ القَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Bilangan 2000 (ألفان / ألفين)

Bilangan 2000 merupakan bentuk tatsniyah dari lafadzh ألف

Sama seperti 200.

Aturan untuk ‘adad pada bilangan 2000 adalah

  • Berhukum mu’rob sesuai tarkibnya
  • Tanda i’robnya sebagaimana tanda i’rob pada isim tatsniyah

Adapun aturan untuk ma’dud adalah

  • Berupa isim mufrod
  • Sebagai mudhafun ilaih
  • Dibaca jar
RofaNashobJar
عِنْدِيْ أَلْفَا كِتَابٍاِشْتَرَيْتُ أَلْفَي كِتَابٍنَظَرْتُ إِلَى أَلْفَي كِتَابٍ

Bilangan 3000 – 9000

Sebagaimana bilangan 300 – 900.

Bilangan 3000 – 9000 juga merupakan bilangan mufrod yang disandarkan kepada bilangan ribuan.

tiga + ribu = tiga ribu
empat + ribu = empat ribu

dst..

Oleh karena itu kaidah ‘adad pada 3000 – 9000 seperti kaidah pada 3-9.

  • Bilangan yang pertama (3-9) harus muannats disebabkan bentuk ألف merupakan mudzakkar
  • Bilangan yang pertama (3-9) merupakan mu’rob sebagaimana tarkibnya dengan menggunakan tanda i’rob isim mufrod.
  • Bilangan ribuan merupakan mudhaf ilaihi dan ber i’rob jar
  • Bilangan ribuannya berupa isim jamak
Ma’dud‘Adad
آﻵفٍثَلَاثَةُ
آﻵفٍأَرْبَعَةُ
آﻵفٍخَمْسَةُ
آﻵفٍسِتَّةُ
آﻵفٍسَبْعَةُ
آﻵفٍثَمَانِيَةُ
آﻵفٍتِسْعَةُ

Adapun aturan ma’dudnya adalah sebagai berikut

  • Berupa isim mufrod
  • Sebagai mudhafun ilaih
  • Dibaca jar
RofaNashobJar
ثَلَاثَةُ آﻵفِ نَجْمٍ فِي السَّمَاءِرَأَيْتُ ثَلَاثَةَ آﻵفِ نَجْمٍ فِي السَّمَاءِسَلَّمْتُ إِلَى ثَلَاثَةِ آﻵفِ أُسْتَاذٍ

Sebagaimana ratusan. bilangan diatas ribuan itu dapat disandingkan dengan 5 macam ‘adad.

  1. ‘Adad Mufrod
    Seperti bilangan dari 1001 – 1010. Berarti bilangan 1000 disandingkan dengan bilangan 1 – 10.
  2. ‘Adad Murokkab
    Seperti bilangan dari 1011 – 1019. Berarti bilangan 1000 disandingkan dengan bilangan 11 – 19.
  3. ‘Adad ‘Uqud
    Seperti bilangan 1020 – 1090. Berarti bilangan 1000 disandingkan dengan bilangan 20 – 90.
  4. ‘Adad Ma’tuf
    Seperti bilangan 1021 – 1099. Berarti bilangan 1000 disandingkan dengan bilangan 21 – 99.
  5. ‘Adad Ratusan
    Seperti bilangan 1100 – 1900. Berarti bilangan 1000 disandingkan dengan bilangan 100 – 900.

Ada 2 cara untuk menyusun bilangan dalam bahasa Arab terkait ribuan

  1. Bilangan besar di dahulukan : ribuan > ratusan > satuan > puluhan

    Contoh :
    “Di kota terdapat 3005 laki-laki”
    فِي المَدِيْنَةِ ثَلَاثَةُ آﻵفٍ وَخَمْسَةُ رِجَالٍ

    “Di kota terdapat 3075 laki-laki”
    فِي المَدِيْنَةِ ثَلَاثَةُ آﻵفٍ وَخَمْسَةٌ وَسَبْعُوْنَ رَجُلًا

    “Di kota terdapat 3775 laki-laki”
    فِي المَدِيْنَةِ ثَلَاثَةُ آﻵفٍ وَسَبْعُمِائَةٍ وَخَمْسَةٌ وسَبْعُوْنَ رَجُلًا
  2. Bilangan kecil di dahulukan : satuan > puluhan > ratusan > ribuan

    Contoh :
    “Di kota terdapat 3005 laki-laki”
    فِي المَدِيْنَةِ خَمْسَةٌ وَثَلَاثَةُ آﻵفِ رَجُلٍ

    “Di kota terdapat 3055 laki-laki”
    فِي المَدِيْنَةِ خَمْسَةٌ وَخَمْسُوْنَ وَثَلَاثَةُ آﻵفِ رَجُلٍ

    “Di kota terdapat 3555 laki-laki”
    فِي المَدِيْنَةِ خَمْسَةٌ وَخَمْسُوْنَ وَخَمْسُمِائَةٍ وَثَلَاثَةُ آﻵفِ رَجُلٍ

Penjelasan فِي المَدِيْنَةِ خَمْسَةٌ وَخَمْسُوْنَ وَخَمْسُمِائَةٍ وَثَلَاثَةُ آﻵفِ رَجُلٍ :

خَمْسَةٌ : merupakan bilangan satuan. dan kaidah bilangan satuan harus berbeda dengan ma’dud (رجل)
خَمْسُوْنَ : merupakan lafadz uqud yang tidak berubah-berubah
خَمْسُمِائَةٍ : berarti 500. terletak setelah bilangan puluhan. dan terdiri dari mudhaf (خَمْسُ) dan mudhaf ilaih (مِائَةٍ)
ثَلَاثَةُ : menggunakan isim muannats dikarenakan ribuan merupakan mudzakkar. dan dia tidak bertanwin karena mudhaf
آﻵفِ : bentuk ribuan. dan bentuk ribuan harus jamak. dan dia mudhafun ilaih (jar) sekaligus mudhaf (tidak bertanwin)
رَجُلٍ : sebagai ma’dud dan ia mudhafun ilaih.

Belajar bareng : tulis di kolom komentar dalam bahasa Arab : 3333 Laki – Laki

Nah, itu lah tulisan angka arab 1 – 1000. Apakah masih ingin nambah? ^^

Bila ada yang ingin copas tulisan ini untuk di buat makalah bilangan dalam bahasa Arab dipersilahkan dengan menyertakan sumbernya.

Sekian yang bisa kami sampaikan terkait Bilangan dalam Bahasa Arab. Bila bertambah ilmu in syaa Allah akan kami tambahkan di artikel ini.

Referensi :
1. Syarah Kitab Durusul Lughah karya Husain bin Ahmad bin Abdullah
2. Bedah Nahwu Durusul Lughah karya Abu Rayhanah Ibnu Syakiyakirtiy
3. Website Reza Ervani

8 Comments

  1. Masyaallah website.y

  2. MasyaAllah
    Senang sekali, semakin memudahkan untuk kita yang ingin belajar B Arab

    Semoga berkah manfaat buat kita semua

    JazakaAllah khayr

  3. Menurut ana, sistem belajar KBAO memang sangat sesuai untuk orang yang sibuk, tetap berbobot namun Tidak memberatkan peserta dan nilai plusnya lagi adalah ada banyak materi qaidah nahwu yang ditambahkan dengan sistem yang tertata dengan baik sehingga selain menambah wawasan peserta sistem seperti ini memudahkan peserta untuk memahami materi bahasa arab secara perlahan. Barakallahu fiik untuk KBAO, harapan ana semoga KBAO terus istiqamah dalam menyebarkan ilmu bahasa Arab Dan buat orang lain bisa bahasa Arab dengan qaidah yang tepat.

  4. Masyaallah.. !
    Alhamdulillah ..!
    Metode KBAO sangat sesuai untuk para pemula dan tingkat lanjutan sebagai wadah untuk murojaah dan melancarkan ingatan. Baik dalam tulisan dan hapalan. Insyaallah..

    Recordingnya mudah dipahami, singkat dan tidak bertele². Dan bisa di-rewind bolak balik sampai paham.

    Semoga Allah menolong ana dan tholibah lainnya agar tetap semangat dan istiqomah belajar Bahasa Arab, walau kadang lambat mengerti. Dan semoga akhiy Ahmad diberi kemudahan dan kesabaran mengajari kami agar tetap semangat belajar.
    Aamiin ya mujibassaa’iliin .. 🤲✍📚

Leave a Reply